Majalah
Tempo Online

No. 38/XXXVI/20 - 26 Mei 2008
|
|
|
No. 17/XXXVI/18 - 24 Juni 2007
|
|
Laporan Utama
Bunyi Dor pada Hari Pencoblosan
Abu Dujana tersungkur. Polisi melumpuhkan panglima tertinggi Jamaah Islamiyah itu di Kemranjen, Banyumas, Jawa Tengah. Ia diyakini terlibat dalam aksi terorisme, antara lain, Bom Bali I, JW Marriott, dan Kuningan. Tapi sejumlah sumber menyebutkan buron yang disejajarkan dengan Noor Din M. Top dan Dulmatin itu tak sejalan dengan Jamaah Islamiyah. Ia, misalnya, pernah berusaha menyadarkan Noor Din dengan mengajaknya menemui seorang ustad. Namun justru si ustad yang takluk oleh argumentasi Noor Din. Siapa sesungguhnya Abu Dujana alias Ainul Bahri alias Yusron Mahmudi? Seberapa besar peran veteran perang Afganistan itu dalam aksi teror di Indonesia?
• Si Amir dari Sleman
• Dari Marriot Hingga Mindanao
• Rumus Jitu Mengunci Sang Buron
• Lelaki dengan Tujuh Nama
• Sri Murdiyati: Suami Saya Ditembak di Depan Anak-anak
• Abu Dujana: Saya Marah kepada Noor Din

|
Ekonomi & Bisnis
Tersandung Deposito Bodong
Mahkamah Agung mengabulkan permohonan kasasi Badan Penyehatan Perbankan Nasional melawan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. dalam sengketa sertifikat deposito Unibank senilai US$ 28 juta (sekitar Rp 254 miliar). MA menilai surat berharga itu melanggar aturan Bank Indonesia. Keputusan ini menimbulkan kerugian bagi perusahaan pengelola jalan tol itu. Siapa yang harus bertanggung jawab atas kerugian yang diderita CMNP?
Hukum
Ada Beringin di Tanah Senayan
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat membebaskan terdakwa kasus dugaan korupsi perpanjangan hak guna bangunan Hotel Hilton (kini Hotel Sultan), Pontjo Sutowo dan Ali Mazi. Bebasnya Pontjo diduga karena dakwaan jaksa yang menuntut hukuman penjara tujuh tahun lemah. Terdakwa tak dijerat pasal mengenai suap dan pemalsuan surat untuk mendapat HGB itu. Benarkah seorang pejabat tinggi negara turut mempengaruhi putusan hakim?
|
| | |
Selingan
Pasar Johar: ’Kampung Besar’ Beratap cendawan
Masa depan Pasar Johar, Semarang, kian tak pasti. Pasar dengan keunikan arsitektur atap cendawan itu beberapa kali hendak dibongkar Pemerintah Kota Semarang dengan alasan revitalisasi. Investor akan menggantinya dengan bangunan enam tingkat. Terakhir, diusulkan agar lantai pasar ditinggikan. Tak hanya mengancam cagar budaya, rencana itu akan menghapus jejak kehidupan ”kampung besar” bernama Pasar Johar.
Opini
Abu Dujana dan Teror yang Menyelinap
Di Kamboja, tiga dekade silam, tepatnya pada 1979, Pol Pot menancapkan sebuah pancang raksasa. Dari sebuah titik nol itu, ia dan kawan-kawan Khmer Merahnya mau menguburkan masa lalu yang korup, busuk, dan kotor.
|
|
|
|
|
|