Menata Ulang Republik

Ada banyak fakta hari ini yang memang tak sesuai dengan bayangan pada 11 tahun lalu, ketika undang- undang tentang otonomi mulai diberlakukan pemerintah Presiden B.J. Habibie.

Berasal dari keluarga abangan, Sekarmadji Maridjan Kartosoewirdjo menjadi pemimpin pemberontakan darul Islam. Hampir luma puluh tahun setelah kematiannya, pemikiran dan cita-cita mendirikan negara Islam masih bergelora di kalangan sebagian umat Islam negeri ini.

Mereka resah dengan rencana Bank Indonesia melakukan redenominasi alias perampingan angka nominal rupiah. Lembaga itu dikira akan memangkas nilai rupiah alias sanering.

Ada Apa Dengan Hendarman

SIDANG" itu terjadi di ruang kerja Jaksa Agung Hendarman Supandji di lantai dua gedung utama Kejaksaan Agung. Hari itu, Kamis dua pekan lalu, Hendarman meminta Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Muhammad Amari menjelaskan pertemuannya dengan peng usaha Hary Tanoesoedibjo.

Sejumlah pegawai KPK, diam-diam ataupun terang-terangan, mengaku kehilangan arah. "Tak ada kepemimpin an di sini," kata satu pegawai. Situasi diperparah oleh kepergian para pemimpin di level menengah. Satu demi satu mereka memilih mengundurkan diri dan pindah ke lembaga lain.

Popular, kaya-raya, foya-foya, tapi akhirnya masuk bui. Itulah yang banyak dialami artis Hollywood. Ada sederet nama besar yang telah menghiasi penjara-penjara di Amerika Serikat.

CALON-calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia itu telah diajukan, awal bulan lalu. Diterima Ketua Komisi Kepolisian Nasional Djoko Suyanto, ada delapan perwira tinggi calon pengganti Jenderal Bambang Hendarso Danuri.

Putri sulung mantan presiden Soeharto ini menyatakan akan kembali ke TPI setelah mengukuhkan direksi dan komisaris baru hasil rapat pemegang saham pada 23 Juni 2010.

BERJAS hitam, Kamis pekan lalu, Yusril datang ke Gedung Bundar, Kejaksaan Agung. Didampingi tiga pengacaranya, Mohammad Assegaf, Maqdir Ismail, dan Wirawan Adnan, Yusril menyatakan kedatangannya untuk menyampaikan pendapatnya tentang penetapan dirinya sebagai tersangka.

Menjadi Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besar Medan pada 2000 hingga 2003, Badrodin juga menarik tunai Rp 700 juta di Bank Central Asia Kantor Cabang Utama Bukit Barisan, Medan, pada Mei 2006.

|
Selanjutnya