Baru Setahun Modal Bank Muamalat Kuala Lumpur Sudah Impas  

Direktur Utama Bank Mualamalat, A Riawan Amin memberikan keterangan kepada wartawan terkait kantor cabang baru di Jakarta,(20/4). Bank Muamalat membuka satu kantor cabang di Malaysia dan 33 kantor cabang di 33 Provinsi. ANTARA/Ujang Zaelani

TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur -Walaupun baru setahun membuka cabang di Malaysia, tapi Bank Muamalat Indonesia di Kuala Lumpur, sudah mengklaim bisa balik modal. Bahkan, bank yang berbasiskan syariah ini membidik bisnis korporasi.

Hal tersebut disampaikan General Manager BMI Kuala Lumpur, Afrid Wibisono, kepada Tempo di sela-sela acara ulang tahun pertama BMI Kuala Lumpur yang digelar di kantornya, di Kompleks Antarabangsa Kuala Lumpur, Kamis (11/3).

Setahun setelah mengukuhkan diri sebagai Bank Indonesia pertama di Malaysia, BMI Kuala Lumpur mencetak penghasilan yang bisa menutupi pengeluarannya. “Tepatnya bulan kesebelas, kita sudah break event point (balik modal),” tutur Afrid.

Sebagai pemain baru dalam dunia perbankan di Malaysia, menurut Afrid, BMI mencoba membidik pasar dunia usaha (corporate business). “Saat ini, kami banyak memberi fasilitas kepada perusahaan Malaysia yang punya cabang di Indonesia,” katanya.

Selain itu, BMI juga menjajal pasar retail dengan menggandeng Bank Muamalat Malaysia dan melakukan sistem direct selling. Hingga Februari 2009, BMI Kuala Lumpur meraup laba 234 ribu ringgit Malaysia atau sekitar Rp 650 juta. “Kami targetkan laba tahun ini mencapai 2 juta ringgit (Rp 5,55 miliar),” ujarnya.

MASRUR

  • Share on Facebook
  • Send
  • Print

Komentar

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan