Seluruh Korban Tambang Batu Bara Sawahlunto Sudah Ditemukan
Kamis, 18 Juni 2009 | 11:54 WIB
TEMPO Interaktif, Padang: Pencarian korban ledakan tambang batu bara di Bukit Bual, Sawahlunto, Sumatera Barat, dihentikan setelah Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana Sumatera Barat melakukan evaluasi pada Rabu (17/6) malam.
"Tadi malam dievaluasi dan disimpulkan seluruh korban tewas yang terperangkap dalam lubang tambang sudah diketemukan," kata Koordinator Satuan, Ade Edward, Kamis (18/6). Dalam evaluasi, bisa dipastikan seluruh korban tewas berjumlah 31 orang.
Setelah seluruh korban ditemukan, giliran Direktorat Pertambangan melakukan penelitian penyebab ledakan maut itu. Kepala Dinas Pertambangan, Industri, Perdagangan, dan Koperasi Sawahlunto, Syafriwal, mengatakan ada tiga kemungkinan penyebab ledakan.
Penyebab pertama, mungkin, ada arus pendek pada generator listrik yang dibawa penambang. Kemungkinan lain, ada penambang yang merokok. Kemungkinan ketiga, ada gesekan besi dari lori atau alat tambang yang memercikkan api.
Percikan api itu kemudian ditangkap oleh gas metana yang kadarnya sangat besar di dalam tambang. Gas metana itu yang kemudian meledak. Tapi kepastiannya tidak bisa diketahui dengan pasti. "Karena semua penambang yang di dalam lubang tewas," katanya.
Syafriwal juga mengatakan perusahaan penambang tidak peduli terhadap keselamatan para pekerjanya. Para pekerja tidak mengenakan helm, kipas untuk mengencerkan gas metana tidak memadai. "Selain itu tidak ada papan peringatan di lokasi tentang bahaya di lokasi tambang sehingga bisa saja mereka membawa rokok ke dalam," kata Syafriwal.
Untuk meningkatkan kemananan, Pemerintah Kota Sawahlunto memerintahkan aktifitas penambangan dihentikan mulai hari ini sampai pemeriksaan kelengkapan dan keamanan kerja diselesaikan.
FEBRIANTI





Komentar Anda [1] :