Flu Babi Pernah Tewaskan Satu Juta Penduduk Indonesia
Selasa, 28 April 2009 | 17:23 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Wabah flu babi, yang saat ini membuat panik dunia, pernah menewaskan sekitar satu juta penduduk Indonesia saat menyerang pada 1918-1919. Wabah saat itu sendiri menewaskan total 20-50 juta penduduk dunia.
"Ini (flu babi, red) sebenarnya penyakit lama yang aktif lagi," ungkap Ketua Tim Penanggulangan Flu Burung Rumah Sakit Dr Sardjito Yogyakarta, Dr Sumardi, di Yogyakarta, Selasa (28/4).
Menurut Sumardi, virus H1N1 yang menjadi penyebab flu babi telah membunuh sekitar 50 juta penduduk dunia, satu juta diantaranya di Indonesia, pada tahun 1918-1919.
Saat itu, lanjut Sumardi, wabah flu babi diketahui pertamakali di Spanyol dan kemudian menyebar ke Amerika Serikat. "Kalau saat ini wabah flu babi berkembang dari Meksiko, mungkin kartena Meksiko dekat dengan Amerika Serikat," jelasnya.
Menurut Sumardi, virus tipe influenza seperti flu babi saat ini memang mengalami mutasi kira-kira 100 tahun sekali. Mutasi ini sangat mungkin terjadi karena saat membelah diri atau berkembang biak terjadi pergantian protein dan DNA yang ada dalam virusnya. "Virusnya mungkin masih sama, yakni H1N1, tapi susunan proteinnya telah berubah," jelasnya.
Begitu terjadi mutasi, lanjutnya, virus baru itu sifatnya sangat berbeda dengan aslinya sehingga tubuh manusia tidak lagi mengenalinya. "Begitu tubuh tidak mengenal, maka terjadi penyakit yang berat pada tubuh manusia," ujarnya.
HERU CN





Komentar Anda [5] :