close

Majelis Ulama Indonesia Haramkan Golput

Minggu, 25 Januari 2009 | 22:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta : Selain mengeluarkan fatwa soal rokok, sidang pleno ijtimah Majelis Ulama Indonesia di Padang Panjang yang berakhir hari Minggu juga mengeluarkan beberapa fatwa lain seperti soal golongan putih atau masyarakat yang tidak memilih dalam pemilihan umum.

Mengenai masalah itu majelis menyatakan golongan putih hukumnya haram jika ada pimpinan memenuhi syarat dalam pemilihan . Sebaliknya, bila ada seseorang yang tepat untuk menjadi pimpinan tetapi pemilih memutuskan tidak memilih hukumnya juga haram.

“Dalam Islam memilih pimpinan itu wajib asal pimpinan yang dipilih itu memenuhi persyaratan,” kata Gusrizal.

FEBRIANTI

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda [16] :

  • Salut buat mui tapi .....

    Salut buat MUI dah mencoba memikirkan status rokok bagi umat, tapi ya anehnya kok pilih-pilih yg dikenai hukum itu, yang namanya haram tentunya ya untuk semua umat islam, karena kan dzatnya yang diharamkan.

  • Rokok

    yang kecanduan jangan nyeleneh , lu tahu tak rokok membunuh pelan-pelan, makanya kecanduan membuat orang egois. Ohh ya ooom.. Ulama tuh tetap bijaksana mengharamkan rokok kan bertahab toh seperti Allah mengharamkan MIRAS kan bertahab tidak langsung haram total repot deh umat.Maaf ya bagi yang kecanduan.

  • G ngefek

    golput telah mengebiri kekritisan masyarakat. tapi sy yakin angka golput takkan berubah secara signifikan, karena orang2 yang golput pasti didasari atas kesadaran. fatwa itu hanya menampilkan kejahilan MUI. Dmnkah figur MUI seperti HAMKA?masih adakah ulama yang shiddiq?

  • Fatwa gate

    hallo MUI klau kurang kerjaan coba dong keluarain fatwa tutup pabrik rokok, fabrik miras, tempat esek2 end gantung koruptor. gw dukung deh

  • Confuced

    Mendengar berita dan tanya jawab di TV, dimana kolerasinya antara Agama(Haram) dengan Politik(Pemilu)

1 2 3 4
Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan