Dua Tahun Menanti Belas Kasihan Bakrie
Selasa, 02 Desember 2008 | 19:55 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sedih. Itulah ungkapan Rumi, 36 tahun. Salah satu korban luapan lumpur panas Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, itu sudah habis kesabarannya. "Dua tahun kami bersabar menunggu ganti rugi," katanya saat unjuk rasa di depan Istana Negara, Selasa (2/1)
Bergabung dengan sekitar 1.000 orang korban lainnya, warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera I ini, hanya satu harapannya: pulang membawa uang ganti rugi dari PT Lapindo Brantas Inc. Apapun halangannya, akan dihadapi. Termasuk diguyur hujan lebat dan tidur di atas lantai Masjid Istiqlal Jakarta.
Dengan pakaian basah kuyup, Rumi menunggu perjuangan 10 perwakilan warga yang diterima pemerintah di Istana. Rumi lalu menceritakan kesulitan hidupnya sejak lumpur merendam rumahnya. Ia bersama suami dan dua anaka sudah 5 tahun tinggal di perumahan, sekitar 60 kilometer dari Kota Surabaya itu.
Ia pun membuka warung klontong kecil-kecilan di rumahnya untuk memutar penghasilan suami. Kini warung yang dagangannya banyak itu lenyap. Pabrik tempat bekerja suaminya juga ditelan semburan lumpur Lapindo. "Suami saya terkena PHK," kata Rumi. "Kami kehilangan dua mata pencaharian sekaligus."
Semula, Rumi terpaksa mengungsi di Pasar Baru Porong. Karena tak nyaman, akhirnya menumpang di rumah orang tua. Setelah mendapat uang sewa dari Lapindo Rp 5 juta, ia dan suaminya mengontrak rumah. "Sekarang masa kontrak rumah sudah habis,. Untuk menyewa lagi tak punya uang, " katanya.
Rumi memperkirakan, ganti rugi sisa 80 persen, besarnya kira-kira Rp 100 juta. Ia sudah berencana untuk membeli rumah baru seharga Rp 70 juta. Sisanya akan ia pakai untuk modal usaha dan membayar utang kepada kerabatnya.
Jumadi, juga korban lumpur Lapindo, senasib dengan Rumi. Pensiunan pegawai negeri sipil ini berharap bisa menghabiskan masa tuanya dengan tenang dan damai, sirna. "Sekarang saya malah tak punya rumah," katanya.
Hatinya sempat gembira ketika Presiden mengeluarkan Keputusan Nomor 14 Tahun 2007 yang mengharuskan Lapindo segera membayar ganti rugi. "Tapi, Keputusan itu hanya janji. Kami sungguh butuh uang, bukan janji," ujarnya
Rumi dan Jumadi memang belum pernah bertemu langsung dengan Aburizal Bakrie. Tapi, ia mengaku sangat berharap dengan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat itu. Selain sebagai menteri yang mengurusi kesejahteraan rakyat, Aburizal juga salah satu anggota keluarga yang menguasai usaha Grup Bakrie. "Lapindo kan miliknya Grup Bakrie."
SOFIAN





Komentar Anda [1] :