close

Hawa Panas Ancam Selatan Khatulistiwa

Jum'at, 17 Oktober 2008 | 10:12 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Suhu udara dengan ketinggian 35 derajat celsius mengancam sejumlah wilayah di pulau Jawa dan Nusa Tenggara. Kondisi itu diperkirakan akan terus bertahan hinga dua bulan mendatang. “Potensinya bisa selama itu,” ujar Kepala Sub Bidang Informasi Metereologi Publik, Kukuh Ribudyanto ketika dihubungi Jumat (17/10).

Tingginya suhu udara terjadi karena keberadaan matahari yang condong lebih dekat dengan wilayah di selatan Khatulistiwa. Pancaran sinar akan lebih terasa panas bila kondisi langit tidak tertutup awan. Demikian sebaliknya. Jika tertutup awan, suhu udara akan menurun secara otomatis. “Jadi sangat fluktuatif,” kata Kukuh. 

Pantauan Badan Metereologi dan Geofisika sejak dua hari lalu mendeteksi adanya peningkatan suhu udara. Suhu dengan 35 derajat celsius terjadi di daerah Kalijati, Semarang, dan Madiun. Di Jakarta Pusat, suhu yang terpantau mencapai 36 derajat celsius. Suhu paling tinggi terjadi di Jatiwangi, Jawa Barat, yang mencapai 38 derajat celsius. 

Kukuh menerangkan bahwa kondisi saat ini sebenarnya masih dalam tahap transisi. Kondisi ini sebenarnya merupakan siklus tahunan yang normal terjadi. Meski demikian, ia mengingatkan agar masyarakat tetap mewaspadai kondisi tersebut. “Cukup membahayakan bagi kulit. Tapi bagus buat mengeringkan jemuran,” ujar Kukuh sambil berseloroh. 

Riky Ferdianto

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan