Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kalla Minta Pesantren Perbaharui Kurikulum
Rabu, 26 April 2006 | 02:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta pondok pesantren mengubah paradigma pendidikannya agar dapat beradaptasi dengan sistem pendidikan nasional.

"Pesantren diharapkan bisa memperbaharui (kurikulum) dan beradaptasi, supaya lulusannya bisa bersaing dengan lulusan sekolah umum," kata Kalla seperti ditirukan Sekretaris Pondok Pesantren Rhobitoh Maahid Islamiah/Asosiasi Pondok Pesantren Seluruh Indonesia, A Hamid Syarif, dalam keterangan persnya, kemarin.

Hamid mengatakan saat ini pola pendidikan di pesantren adalah salafiah dan diniah yang hanya berfungsi sebagai lembaga memperdalam agama murni tanpa memasukan unsur-unsur lain. Menurutnya, masih banyak kiai yang masih bertahan dengan pola tersebut dan tidak memikirkan masa depan santri.

"Kita prihatin kalau nanti (santri) tidak bisa melakukan mobilitas pendidikan tinggi yang mereka harapkan," kata Hamid. Konsep hanya mengajarkan agama tersebut, kata dia, juga membuat pesantren disebut buta aksara secara institusional karena pesantren tidak memperkenalkan kurikulum-kurikulum umum.

Hamid mengatakan tengah memperjuangkan program penyetaraan agar lulusan madrasah diniah atau madrasah salafiah dari pondok pesantren itu nanti sejajar dengan lulusan pendidikan umum. Namun, lanjutnya, pesantren akan tetap mempertahankan jati diri sebagai pengajar ilmu agama.

oktamandjaya wiguna

Dari Arsip Majalah TEMPO
Si Jenius yang Religius | 11 April 2005
Album | 28 Pebruari 2005
Berpacu Melawan Keterbatasan | 31 Januari 2005
Yang Bangkit di Bawah Tenda | 31 Januari 2005
Surat Pembaca | 24 Januari 2005
Berprestasi atau Tidak, Tergantung Ibu  | 29 Desember 1998
Nasib Mahasiswa  | 29 Desember 1998
Guru Autisme  | 22 Desember 1998
Dilatih Berani Bertanggung Jawab  | 22 Desember 1998
Carilah Pemimpin Sampai ke Amerika  | 22 Desember 1998
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana sekolah Pelita Harapan di Karawaci, Tangerang , 11 Mei 2001 [ Koran TEMPO/ Bodi CH; K2A/70/2001; 20010629 ]. Suasana melihat hasil Sipenmaru/ UMPTN di Senayan, Jakarta [TEMPO/ Rini PWI; 3d/486/91; 2001/05/23].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bantuan Pendidikan Daerah Kecil Rp 18 Miliar
Program Pendidikan Libatkan Provinsi
Ujian Nasional Tak Dijamin Tidak Bocor
Pemerintah Bangun Pendidikan di Yakuhimo
Sulawesi Selatan Terbitkan Aturan Wajib Belajar Al Quran
Enam Mahasiswa Timor Leste Dideportasi
Tarif Rumah Sakit di Malang Naik 100 Persen
Banjir di Barito Utara Meluas, Sekolah Diliburkan
Cirebon Gratiskan Siswa SD dan SMP Negeri
Gelombang Laut Pantai Utara Cirebon Tinggi
> selengkapnya...

Referensi

Jalan Panjang Ujian Negara
Sebuah Hajat dengan Seribu Kebijakan

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk76663 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel
Hendarman Periksa Kepala Kejaksaan yang Loloskan David Nusa

<< April,2006>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data