|
Ujian Nasional Tak Dijamin Tidak Bocor
Jum'at, 21 April 2006 | 12:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekretaris Badan Standar Nasional Pendidikan Djaali mengatakan, pihaknya sudah berupaya membuat sistem untuk mengamankan soal ujian nasional. Pihaknya tak ingin bocornya soal sebelum ujian digelar, seperti 2003, terulang lagi.
"Tapi Kami tidak bisa menjamin soal tidak bocor karena kami ini kan manusia biasa," katanya kepada Tempo, hari ini.Djaali tak menyangkal masih pihak-pihak yang ingin membocorkan soal ujian. Namun, dia tak bisa menyebut siapa saja mereka.
Pihaknya kini telah membentuk tim pemantau independen di tingkat propinsi, kabupaten/kota dan sekolah-sekolah. Tim pemantau bertugas menyaksikan proses penyelenggaraan ujian nasional. Tim bertanggung jawab kepada Badan Standar Nasional, dan kepala dinas pendidikan provinsi. "Tim pemantau ini diambil dari perguruan tinggi negeri atau lembaga profesi di daerah tersebut," ujar Djaali.
Tim pemantau di tingkat provinsi terdiri dari tiga orang. Mereka akan memantau penggandaan soal, dan pengoreksian. Di tingkat kabupaten/kota juga ada tiga orang yang memantau distribusi soal.
Mereka akan dibantu seorang pemantau di masing-masing sekolah untuk memantau saat ujian berlangsung. "Anggaran untuk mereka diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sekitar Rp 12 miliar."
Jenis soal ujian nasional tahun ini terdiri dari dua macam, yaitu soal yang dibuat berdasarkan kurikulum 1994, dan kurikulum 2004 atau kurikulum berbasis kompetensi. Jumlah sekolah yang menggunakan kurikulum berbasis kompetensi tidak lebih dari 20 persen dari total sekolah. "Nanti provinsi yang membagikan ke sekolah-sekolah (sesuai kebutuhannya)," ujar Djaali.
Soal ujian kini sudah didistribusikan ke daerah-daerah yang jauh dari Jakarta, seperti Papua, Sulawesi Selatan, dan Riau.
Rini Kustiani
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|