Jam Pelajaran Sekolah Akan Dikurangi
Kamis, 22 Desember 2005 | 17:40 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Memasuki tahun ajaran 2006-2007 jam pelajaran sekolah akan dikurangi. Pengurangan itu bertujuan agar anak dapat pengembangkan diri secara bebas di luar jam sekolah. Hal itu disampaikan Djaali, Sekretaris Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Kamis (22/12).
Kurikulum 1994 menetapkan 1.400 jam per tahun, sedangkan kurikulum 2004 sebanyak 1.200 jam per tahun. Bahkan di sekolah-sekolah unggulan jam pelajaran tersebut bisa lebih banyak lagi. "Ini bisa disebut sebagai penyiksaan terhadap anak," ujar Djaali.
Menurut Djaali, tidak ada negara yang menerapkan lebih dari 1.000 jam per tahun. Untuk itu pada tahun ajaran 2006-2007 jam pelajaran per tahun akan dikurangi menjadi kurang dari 1.000 jam untuk sekolah menengah atas, kurang dari 900 jam untuk sekolah menengah pertama dan kurang dari 700 jam untuk sekolah dasar.
Djaali mengatakan idealnya waktu belajar untuk anak adalah 8 jam per hari. Itu sudah termasuk pertemuan tatap muka di sekolah, pembelajaran terstruktur (seperti membuat pekerjaan rumah) dan pembelajaran mandiri (seperti belajar untuk ujian). Sehingga sisa waktu 8 jam bisa dipakai untuk tidur dan 8 jam lainnya bebas untuk pengembangan diri. Dengan demikian, beban yang ditekankan kepada anak tidak terlalu berat.
Sementara, Suryati, Wakil Kepala SMA 78 Jakarta, mengatakan untuk penerapan di Jakarta, pengurangan waktu belajar di sekolah bisa membawa dampak negatif, misalnya memicu tawuran. Justru kebanyakan orang tua murid menginginkan lebih banyak waktu siswa berada di sekolah.
M. Reza Maulana





