close

Demo Buruh Macetkan Jalan Yos Sudarso

Selasa, 10 Maret 2009 | 14:04 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sekitar 200 orang buruh PT Inkosindo Sukses berdemonstrasi di depan Kantor Wali Kota Jakarta Utara sehingga menyebabkan kemacetan sepanjang tiga kilometer, Selasa (10/3). Sempat terjadi insiden kecil antara pendemo dengan Satuan Polisi Pamong Praja.

Aksi dilakukan para buruh dengan memblokir satu ruas Jalan Yos SUdarso sembari meneriakkan yel-yel perjuangan. Akibatnya, kemacetan panjang dari arah selatan, mulai dari Sunter tak dapat dihindari. Kendaraan bergerak lambat di jalur busway.

Aksi kemudian hendak menutup seluruh ruas jalan. Ketika itulah insiden kecil terjadi. Sejumlah aparat Satuan Polisi Pamong Praja menangkap salah seorang pendemo. Hal ini memicu protes pengunjuk rasa lainnya. "Kok Satpol PP nangkap orang sih? Apa haknya," ujar salah seorang buruh, Selasa (10/3).

Pria yang ditangkap Satuan Polisi Pamong Praja, Asep Supriyadi, ditahan di pos Satuan Polisi Pamong Praja yang ada di depan wali kota. Karena diprotes bertubi-tubi, akhirnya Asep dilepas setelah komandan regu Satuan Polisi Pamong Praja, Hanif, memerintahkan untuk melepas Asep. "Dari pada anak buah gue yang ditahan," kata Hanif ketika dikonfirmasi kenapa Satuan Polisi Pamong Praja menangkap orang.

Para buruh menuntut pemerintah aktif dan membela hak-hak buruh yang belum dibayarkan perusahaan, yakni pesangon dan gaji bulan Januari yang tertunda. "Kami meminta bantuan Pemda untuk menyelesaikan masalah ini," kata Turminah, koordinator aksi.

Aksi yang berlangsung sekitar satu jam itu akhirnya membubarkan diri. Para pendemo melanjutkan aksinya di DPRD DKI dengan menggunakan beberapa unit bus. 

TITO SIANIPAR

Info Grafis

  • Unjuk Amarah Di Daerah

    Demonstrasi anarkistis tak hanya terjadi di Medan, Sumatera Utara, tapi sebelumnya juga muncul di banyak daerah.

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan