close

Jalan Medan Merdeka Barat dan Utara Akan Ditutup

Selasa, 02 Desember 2008 | 09:12 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:  Sehubungan dengan aksi unjuk rasa seribu korban lumpur Lapindo di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Barat dan Medan Merdeka Utara  kemungkinan ditutup. Warga Sidoarjo, Jawa Timur, itu pagi ini, Selasa (2/11), hendak  bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Mereka meminta pencairan ganti rugi 80 persen dari areal tanah yang tertelan semburan lumpur segera dicairkan dari PT Minarak Lapindo. Dikhawatirkan aksi ini akan menggagu arus lalu lintas di sekitar Istana.  "Kalau tidak memungkinkan, akan kami tutup," ujar Brigadir Dua Hariyadi, petugas Traffic Management Center Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya kepada Tempo, Selasa (2/12).

Menurut dia, keputusan penutupan dua  akses jalan ke Istana tersebut ada  pada komandan jaga.  Sejauh ini, kata dia, belum ada instruksi penutupan. "Tergantung perkembangan dan situasi di lapangan," kata Hariyadi.

Korban lumpur Lapondi sudah berada di Jakarta sejak  kamarin. Mereka menginap di Masjid Istiqlal, sekitar 800 meter dari Istana.  Warga berangkat ke Istana dengan berjalan kaki. Selain berharap bertemu langsung dengan Presiden,  mereka juga berencana mampir ke Wisma Bakrie.  Warga beranggapan  Wisma Bakrie berkepentingan dengan kasus lumpur karena Lapindo menjadi bagian dari usaha Grup Bakrie.

REZA M

Info Grafis

  • Lapindo Minta Pemerintah Tangani Lumpur

    PT Minarak Lapindo Jaya meminta pemerintah menangani sementara masalah lumpur Lapindo karena kesulitan likuiditas. Anak usaha Grup Bakrie itu mengirimkan surat permintaan kepada Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo.

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan