Kesulitan Ekonomi Penyebab Gizi Buruk
Rabu, 08 Februari 2006 | 18:40 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Rendahnya tingkat perekonomian masyarakat menjadi salah faktor penyebab maraknya gizi buruk di Jakarta. “Pendapatan yang sedikit, menyebabkan warga sulit memenuhi kebutuhan pokok,” kata Kepala Seksi Gizi dan Pembinaan Masyarakat Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Theresia Sedyanti, Rabu siang tadi.
Wilayah Jakarta Utara terdapat beberapa daerah yang rawan gizi buruk. Di antaranya di Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja. Kurangnya petugas kesehatan menjadi kendala program pos pelayanan terpadu untuk menanggulangi gizi buruk.
Alokasi dana untuk memberi jaminan keehatan kepada warga masih minim. Untuk mengatasi masalah itu, kas kelurahan ada yang memberi bantuan Rp 450 ribu untuk program penyuluhan selama satu tahun. Setiap bulan posyandu tersebut mengadakan dua kali kegiatan penyuluhan dan pemberian makanan tambahan.
Agak berbeda dengan Kelurahan Kali Baru. Selama satu tahun mengalokasikan dana Rp 900 ribu untuk penyuluhan dan bantuan makanan kepada warga. Selain itu Rp 360 ribu untuk kader posyandu.
Ibnu Rusydi/Sshintoko Adjie





