Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

BLOG PEKAN INI

Tragedi Mei dalam Blog
Senin, 15 Mei 2006 | 10:05 WIB

Richard Prayogo
Richard Prayogo
TEMPO Interaktif, Jakarta: Mulai pekan ini, Tempo Interaktif menampilkan rubrik baru Blog Pekan Ini. Kriteria pemilihannya adalah adalah Blog -- berbahasa Indonesia, Inggris ataupuan daerah -- yang mengupas peristiwa yang sedang aktual ("newspeg") atau setidaknya sedang menjadi pembicaraan di masyarakat. --Redaksi

Mei adalah bulan tragedi. Di bulan inilah untuk pertama kalinya buku-buku penulis Prameodya Ananta Toer dilarang beredar dan dibaca. Pramoedya seolah tak mau bertemu Mei untuk ke-82 kalinya dan meninggal 30 April lalu. Di Simpang PT Kertas Kraf Aceh juga terjadi pembunuhan massal pada Mei 1999. Di bulan Mei rusuh massa sering terjadi karena buruh memperingati hari besarnya.

Di bulan ini, delapan tahun yang lalu, Jakarta bersimbah darah. Empat mahasiswa Universitas Trisakti (Pramoedya sebelum dibuang ke Pulau Buru pernah mengajar di sini dan para mahasiswanya yang mengumpulkan bahan-bahan untuk novel tetralogi yang sangat terkenal itu) tewas diberondong peluru aparat.

Banyak cerita berseliweran seputar tragedi ini: pemerkosaan massal, kudeta tentara, pemusnahan sistematis ras Tionghoa, dan seterusnya. Richard Prayogo memberi kesaksian yang unik seputar kerusuhan yang berlangsung selama lima hari itu.

Anak Tionghoa ini ketika kerusuhan meletus 12 Mei 1998, masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Hari itu adalah hari pertama Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional. Richard bisa melewati ujian itu dengan mulus. Ketika sampai rumah di belakang Mall Taman Anggrerk, suara berisik mengusiknya. Helikopter terbang tak jauh dari bumbungan rumahnya. Setelah itu adalah sebuah kronologi kerusuhan yang sudah jamak diketahui. Richard mencatat hari yang menegangkan itu selalu diawali dengan kegiatan ujian di sekolahnya yang terus berjalan.

Ia mengenang peristiwa 14 Mei 1998 :

Mulai ujian mata pelajaran kedua, saya melihat keluar jendela, asap hitam tebal mulai kelihatan di segala penjuru. Saya takut sekali, ternyata kerusuhan makin meluas.

Ia mengamati rusuh dari kacamata anak SMP, diselingi kutukan kepada Indonesia, kepada ABRI, yang datang dari pikiran dewasanya, lalu mengajak hidup damai antar ras di Indonesia. Ia kini mengaku sudah tak membeci lagi Indonesia. Richard kini sedang sekolah di Singapura.

Catatan ini dibuatnya Februari lalu. Richard sudah tak sabar menuliskan kenangan yang tak bakal lekang dari ingatannya itu. "Ini bukan catatan untuk memperingati Tragedi Mei," tulisnya, "tapi ingatan ini selalu membekas di otak saya sebagai orang Tionghoa."

Catatan terbaru Richard ditulis pada 13 Mei 2006 lalu, soal ketegangan Makassar. Ketegangan yang hampir menjadi rusuh juga melibatkan ras Tionghoa. Untunglah, kerusuhan tak terjadi. Tapi dari bisikan seorang rekan Tionghoanya di Makassar, Richard punya berita bahwa orang-orang Tionghoa di sana urunan untuk membayar para pemuka agama agar kerusuhan tak terjadi. Ia memberi judul catatannya : Lagi-lagi Soal Uang.

Menurut salah satu sumber saya yang cukup terpercaya dari Makassar, katanya orang-orang Tionghoa ini mengeluarkan dana yang besar untuk memanggil para
tokoh agama dan melakukan jumpa pers. Dengan kata lain, para tokoh agama itu semacam "dibayar" untuk menenangkan massa yang mengamuk
.

Bagja


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Website

Technorati
Blog Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk77464 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel
Hendarman Periksa Kepala Kejaksaan yang Loloskan David Nusa

<< May,2006>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data