Kasus Penyiksaan TKW, Keluarga Siti Hajar Segera ke Malaysia
Rabu, 10 Juni 2009 | 18:13 WIB
TEMPO Interaktif, Garut: Kerabat Siti Hajar, pembantu rumah tangga yang disiksa majikannya di Malaysia, segera bertolak ke Kuala Lumpur untuk menemuinya. Siti Hajar masih menjalani perawatan di sebuah rumah sakit akibat luka parah di sekujur tubuh. Nani Suryani, 43 tahun, yang akan terbang ke Malaysia . “Saat ini kami sedang mengurus persyaratan dan paspornya,” ujar Syamsul Rizal, 37 tahun, kerabat dekat korban, Rabu (10/6).
Menurutnya, keberangkatan kakak Siti ini difasilitasi Perusahaan Jasa Pengiriman Tenaga Kerja Indonesia PT Mangga Dua Jakarta, yang memberangkatkan Siti Hajar ke Malaysia. Biaya keberangkatan dan kepulangan Nani sepenuhnya ditanggung perusahan tersebut. Keluarga hanya diminta persyaratan administrasi keberangkatan saja.
Kasus penyiksaan Siti terbilang sangat kejam. Selain disiram dengan air panas, Siti juga dipukuli hingga babak belur. Janda dua anak itu juga tidak dibayar selama 34 bulan. Sehingga kedua anaknya yang sekolah praktis tak pernah mendapat kiriman uang. Penyiksa Siti, Michel ditahan polisi setempat.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Garut minta pemerintah memperjuangkan nasib Siti Hajar di Malaysia. “Ini bagian dari kewajiban pemerintah melindungi warga negaranya,” ujar Wakil Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Garut Ahab Sihabudin.
Dia menilai, perlindungan pemerintah terhadap tenaga kerja Indonesia masih lemah. Hal itu dilihat dari banyaknya kasus penganiayaan. Ada kasus yang tidak ditindaklanjuti secara hukum. Selain itu, pemerintah kurang memperhatikan kualitas tenaga kerja yang dikirimkan ke luar negeri.
Wakil Bupati Garut Dicky Candra berjanji membantu menuntaskan kasus yang menimpa Siti Hajar. Saat ini pihaknya tengah mengumpulkan data dan informasi terkait Siti Hajar. Data tersebut selanjutnya akan dikaji untuk memperjuangkan Siti.
SIGIT ZULMUNIR
Komentar (1)
dimanakah sistem hukum negara indonesia?? kenapa penyiksaan terus berlanjut, hubungan bilateral mana yang bisa kita anggap baik, haruskah kita terus menyaksikan keluarga dekat kerabat saudara2 kita sendiri disakiti hanya untuk sesuap nasi mereka rela di siksa, kapan negara kita bisa maju dan tidak menggantung pada negara lain, kapan indonesia bisa dikatakan negara yang kuat yang bisa melindungi warganya, kapan pemerintah kita bisa bangun, tolonglah perjuangkan nasib warga kita, jangan hanya tidur dan menerima suapan uang yg berlimpah

