close

Kata "Penipuan" Menjerat Prita

Jum'at, 29 Mei 2009 | 00:07 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Tim penasihat hukum Rumah Sakit Omni Alam Sutra menganggap kata "penipuan" dalam surat elektronik yang disebar Prita Mulyasari membuatnya tidak bisa lepas dari tuntutan hukum. "Itu tuduhan yang tidak berdasar," kata Risma Situmorang kepada Tempo, Kamis (28/5) malam.

Menurutnya, jika saja Prita menulis dengan kalimat yang lebih netral, seperti "Pelayanan Omni Tidak Memuaskan", pihaknya tidak akan berbuat apa-apa. Namun, Risma melanjutkan, surat berjudul "Penipuan oleh RS Omni" membuat pihak rumah sakit merasa tercoreng.

Risma mengatakan kasus ini bermula saat Prita berobat ke rumah sakit tersebut atas keluhan panas, pusing, dan tidak enak makan. Inda, dokter jaga yang pertama menangani Prita mencurigai gejala itu sebagai tanda demam berdarah dan mengambil sampel darah pasien. Hasil laboratorium menunjukkan trombosit darah hanya 27 ribu, jauh di bawah angka normal 150 ribu. "Karena tidak yakin akan angka itu, dokter Inda menganjurkan mengambil ulang darah," kata Risma. Prita pun menyetujui dan dirawat inap.

Setelah lima hari dirawat, Prita pindah ke Rumah Sakit Internasional Bintaro. Upayanya meminta hasil tes darah awal tidak dapat dipenuhi rumah sakit. "Karena itu tidak valid dan tidak pernah dicetak," kata Risma.

Beberapa waktu kemudian, Prita menulis surat elektronik tersebut dan menyebar dari satu ke lain mailing list. Omni sudah menjelaskan duduk masalah dan meminta Prita untuk menyebarkan kejadian versi mereka. "Tapi tidak pernah dia lakukan," kata Risma.

REZA M

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda [59] :

  • Sama bangsatnya

    pada tau gak sih kalo Prita tuh bangsat.
    di rumah sakit dia anjing2in perawat dan dokter.
    ke rumah sakit aja pake tanktop sama hot pant. bukan masalah tanktopnya....tapi sekarang ngapain dikerudung2 kalo bukan cari sensasi dan meres orang.

    omni. lu juga bangsat!

  • Pembelajaran

    kasus Ibu prita ini bikin kita prihatin,ada yg bilang kasus ini rumit krn ada pasal2 karet yg multitafsir hingga masalahnya jd berlarut-larut krn masing2 pihak punya argumen sendiri2,terlepas dr apapun itu,marilah kita pahami peristiwa ini sebagai suatu pembelajaran agar kita tau prosedur komplain yg benar & berhati-hati bila ingin posting ato komen unek2 kita di dunia maya,apalagi tulisan yg menyinggung prasaan ato harga diri seseorang/golongan sangatlah rentan & dpt memicu konflik

  • Pembelajaran

    kasus Ibu prita ini bikin kita prihatin,ada yg bilang kasus ini rumit krn ada pasal2 karet yg multitafsir hingga masalahnya jd berlarut-larut krn masing2 pihak punya argumen sendiri2,terlepas dr apapun itu,marilah kita pahami peristiwa ini sebagai suatu pembelajaran agar kita tau prosedur komplain yg benar & berhati-hati bila ingin posting ato komen unek2 kita di dunia maya,apalagi tulisan yg menyinggung prasaan ato harga diri seseorang/golongan sangatlah rentan & dpt memicu konflik

  • Keputusan yang tidak bijak

    benar2 memalukan sikap dan tindakan yg diambil oleh pihak Omni,terlepas betul atau salahnya ibu prita coba tela'ah lebih jauh lagi,lebih baik mana, memperbaiki pelayanan(karena yang namanya dibidang jasa tidak ada setandar maksimal pelayanan dalam artian harus terus ditingkatkan walau pelayanannya sudah bagus) atau menghukum dan mengintimidasi seseorang atau sebuah instansi yg malah menjadi bumerang dikemudian hari?

  • Buah si malakama

    Aku ga' tahu UU, tapi aneh aja, coba RS OMNI ga' masalahin email mba' prita, pasti ga' begini, Aku bilang OMNI kuwalat ama Mba' Prita. daku yakin sekarang harga diri RS OMNI benar-benar terpuruk, padahal kelasnya INTERNASIONAL. Sekarang ini rumah sakit mana sih yang selalu bisa memuaskan pasiennya, pasti ada aja yang di kecewain. Siloam, Qadr, Sari Asih, RSCM, ada aja yang ngomong macem-macem, misalkan cerita-cerita rumahsakit baru mau nglayani kalau ada uang muka, atau pelayanannya lama padahal dah hampir mati tu pasien, akhirnya bener-bener meninggal dia. Ada aja. Jadi sebaiknya OMNI menarik tuntutannya biar bersih nama baiknya dan meminta maaf kepada mba' prita. Saran saya juga kepada dunia usaha harus profesional karena saat ini zaman internet tidak ada yang bisa disembunyiin. HATI-HATI LAH....!

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan