Korban Lumpur Lapindo ke Istana, Besok ke Wisma Bakrie
Selasa, 02 Desember 2008 | 08:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Hari ini, Selasa (2/12), Istana Merdeka di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, kedatangan "tamu" spesial. Tamu itu sekitar seribu orang korban lumpur panas Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur.
Mereka datang untuk mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjalankan Peraturan Presiden Nomor 14 tahun 2007 tentang pembayaran sisa ganti rugi 80 persen yang hingga kini belum dibayar oleh PT Minarak Lapindo, anak perusahaan PT Lapindo Brantas Tbk, salah satu usaha Grup Bakrie.
"Kami akan mulai bergerak pukul sembilan pagi ini dengan berjalan kaki," ujar Wisnu Aji Karedet, koordinator warga kepada Tempo. Mereka berjalan kaki dari Masjid Istiqlal, tempat korban lumpur menginap selama di Jakarta. "Sebagian teman-teman sudah siap, ada yang masih mandi dan berganti baju," kata Wisnu. Jarak antara Masjid Istiqlal dengan Istana sekitar 800 meter.
Menurut Wisnu, sampai di depan Istana, warga akan berorasi menggunakan sound system dari atas mobil bak yang disewa. Ia berharap dengan pengeras suara itu Presiden yang tinggal di Istana mendengar "Inginnya bisa berdialog langsung dengan Presiden," ujar mantan penghuni Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera I Blok AB 13Nnomor 26, Sidoarjo ini.
Pengunjuk rasa optimistis Presiden mau menerima perwakilan warga. "Sebelumnya kami sudah bertemu Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Sosial. Jadi Pak Presiden sudah tahu maksud kedatangan kami," kata Wisnu.
Wisnu menjelaskan, campur tangan Presiden terbukti moncer bagi pencairan dana ganti rugi. Seperti ganti rugi 20 persen yang diterima Wisnu tahun lalu. "Sudah telat setengah tahun, tapi langsung cair setelah Pak Presiden ngantor tiga hari di Sidoarjo," katanya.
Warga, kata dia, sangat berharap dengan bertamu ke Istana masalah ganti rugi segera selesai. "Saya butuh uang itu untuk membayar utang," kata Wisnu. Setelah rumahnya ditelan lumpur, Wisnu bersama istri dan anaknya tinggal di Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera III, tidak jauh dari lokasi lama.
Jika tidak tercapai kesepakatan, warga akan mendatangi Wisma Bakrie, besok. "Walau mereka (perusahaan Grup Bakrie) ngaku tidak punya uang," kata Wisnu. Warga tidaklangsung percaya. "Kami ingin bukti apakah perusahaan keluarga Bakrie betul tidak punya duit. Kondisinya apakah sama dengan kami yang rumahnya kerendem lumpur."
REZA M





Komentar Anda :