close

Investasi di Timur Tengah Terhambat Aturan

Jum'at, 10 Juli 2009 | 17:57 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Sekretaris Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) M. Said Didu mengatakan perusahaan negara masih kesulitan mengembangkan usaha ke negara-negara di kawasan Timur Tengah karena terhambat regulasi sehingga risiko bisnisnya tinggi.

"Salah satunya masalah pajak, sebagian negara Timur Tengah menerapkan pajak ganda sehingga harus membayar pajak di negara sendiri dan negara tempat proyek tersebut berada," kata Said di kantor Kementerian Negara BUMN Jakarta, Jumat (10/7).

Dia menjelaskan, masih terdapat kendala lain yang dihadapi perusahaan negara selain pajak, yaitu beberapa negara Timur Tengah tidak memperbolehkan penggunaan letter of credit atau surat jaminan ekspor untuk bertransaksi namun memperkenankan countertrade.

Saat ini, dia melanjutkan, banyak proyek yang ditawarkan negara-negara Timur Tengah kepada badan usaha milik negara terutama yang bergerak di sektor konstruksi.

EKO NOPIANSYAH

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan